Tampilkan postingan dengan label Tips SiKecil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips SiKecil. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Januari 2023

Cara Mendidik Anak & Menanamkan Sifat Jujur dengan Menerapkan 8 Kebiasaan Ini


Orangtua mana yang tidak bahagia ketika menemukan buah hati mereka tumbuh sebagai pribadi yang jujur dan dapat dipercaya. Kita semua tentunya tahu jika kejujuran sendiri merupakan langkah pertama dari pengetahuan. Melalui sikap ini anak-anak diasah untuk lebih menggenggam nilai-nilai kebenaran yang ada.

Pendidikan kejujuran sendiri sebaiknya dimulai sedari anak mama kecil agar mereka dapat berkembang dengan memegang nilai-nilai yang baik. Sebenarnya mengasah kejujuran si Kecil dapat dimulai di mana saja dan kapan saja. 

Berikut ini akan membahas kebiasaan yang dapat mengasah sifat jujur anak :

1. Sampaikan kebenaran meski kadang menyakitkan

Kejujuran erat kaitannya dengan kebenaran. Terkadang anak-anak memilih berbohong untuk menghindari fakta yang menyakitkan.
Tugas Mama ialah menyampaikan kebenaran meski itu menyakitkan anak, dan tidak membiarkan anak bersembunyi di balik kebohongan.
Misalkan ketika anak mendapatkan nilai yang jelek, biasakan mereka untuk tidak malu mengungkapkannya dengan jujur daripada berbohong apalagi mengganti nilai yang telah diberikan.

2. Biasakan anak-anak menghadapi konsekuensi

Bertindak dan berkata jujur tidak berarti aman dan baik-baik saja. Terkadang tindakan ini malah membawa konsekuensi yang kurang nyaman.
Kita perlu mengenalkan si Kecil akan konsekuensi yang akan mereka dapatkan ketika berbohong.
Ingat ya, tidak perlu memukul atau membentak si Kecil. Disiplinkan mereka dengan cara mengurangi waktu bermain Hp di akhir minggu atau tidak mendapatkan uang jajan di hari tertentu.

3. Gunakan cerita dongeng yang memiliki pesan moral

Membacakan dongeng sebelum tidur bukan saja menjadi hiburan yang baik dilakukan bersama anak, tetapi juga menjadi salah satu cara bagi mereka belajar menumbuhkan sikap jujur.
Kita dapat membacakan anak-anak cerita dongeng yang memiliki pesan moral mengenai kejujuran, misalnya kisah Pinokio, atau dongeng Gembala dan Serigala.
Kisah dongeng klasik terbukti lebih efektif dalam menyampaikan dan membangun moral anak sedari dini. Membacakan cerita seperti ini juga dapat mengasah imajinasi dan kreativitas anak.

4. Jadilah model yang baik

Ketika Kita ingin membentuk anak menjadi pribadi yang jujur, pertama-tama hal yang perlu kamu lakukan adalah; tidak berbohong kepada mereka.
Victoria Talwar, seorang professor Department of Educational and Counseling Psychology dari Univer McGill University di Montreal berkata jika meminta anak bersikap jujur memang penting, namun ketika mereka melihatmu berbohong, mereka tidak dapat menangkap maknanya.
Kebiasaan berbohong kecil seperti berkata, "tidak ada uang" ketika anak minta jajan tidak sebaiknya Kita lakukan.
Memang itu kedengarannya lebih singkat dan cepat, namun lebih baik bila Kita menjelaskan mengapa si Kecil tidak berhak mendapatkan jatah jajannya setelah membeli mainan baru.

5. Tetapkan aturan yang jelas

Bahkan dalam mengasah kejujuran anak, harus ada aturan dan batasan jelas yang Kita tetapkan sendiri lho.
Maksudnya, buat aturan dan konsekuensi yang akan anak hadapi jika ia ketahuan berbohong. Di sisi lain berikan dia semacam "hadiah" ketika berhasil melakukan hal yang diminta.
Ada baiknya jika Kita menyeimbangkan aturan dan batasan anak dengan sifat terbuka secara emosional. Sehingga anak-anak bisa lebih melihat batasan yang kamu buat dan menghargainya.

6. Disiplinkan anak-anak perlahan

Kita perlu memahami jika anak-anak masihlah dalam fase berkembang. Mereka perlu waktu untuk belajar banyak hal, terutama dalam mengembangkan sikap jujur di dalam dirinya.
Berikan anak waktu untuk berkembang secara perlahan. Tidak perlu marah sampai memberikan reaksi meledak-meledak ketika si Kecil berbuat salah. Emosi berlebihan akan menyebabkan anak merasa takut, dan semakin mereka takut, semakin terdorong mereka untuk berbohong.
Tetaplah tenang dan obsevervasi perkembangan anak sambil tetap memberitahukan dimana kesalahan tetapi berikan semangat pada hal-hal yang sudah mereka lakukan dengan baik.

7. Perbaiki kesalahan anak

Mengajarkan anak mengembangkan sikap tertentu tidak selalu berujung mulus. Dalam prosesnya mereka akan tetap melakukan kebohongan kecil dan itu tidak masalah.
Menanggapi hal ini, Kita tidak perlu marah atau kesal. Dalam belajar tentunya ada trial and error yang dialami si Kecil.
Tugas Kita sebaiknya adalah memperbaiki kesalahan anak. Ketika Kita mengetahui mereka berbuat kesalahan dan berbohong, coba ajak mereka fokus pada penyelesaian masalah dan apa yang mereka inginkan ke depannya.
Dengan cara ini Kita dapat memperbaiki sikap anak tanpa perlu memicu emosi yang sebenarnya tidak perlu.

8. Dorong menggunakan pujian

Anak-anak yang berusia 8 tahun ke bawah sangatlah senang untuk memenuhi keinginan orang tuanya dan mendapatkan pujian.
Itulah mengapa Kita dapat memanfaatkan ini dalam mendidik mereka bersikap jujur. Coba berikan pujian ketika anak kita mau mengakui kesalahannya dan bertanggung jawab.
Tetap ingat untuk tidak memberikan pujian yang berlebihan karena itu juga dapat membentuk anak menjadi pribadi yang haus akan pujian.
8 kebiasaan yang dapat mengasah sifat jujur ini memang terdengar sederhana, namun cukup efektif lho untuk kita terapkan. Selamat mencoba ya semoga Anak anak kita menjadi pribadi yang baik untuk masa depannya! [source, popmamadotcom]

Selasa, 27 September 2022

4 Cara Parenting Agar Anak Punya Sifat Jujur Hingga Mandiri, Menurut Almiranti Fira

-

Parenting adalah Pola Asuh Orang Tua terhadap Anak
Selain pendidikan formal, pendidikan karakter bagi anak juga tidak kalah penting agar ia memiliki kepribadian mandiri, jujur dan percaya diri di hadapan banyak orang.

Bagi orangtua yang bingung bagaimana caranya, bisa kok menerapkan cara selebgram Almiranti Fira mendidik anaknya Aozora Madeena atau Ao.

Berikut ini cara mendidik anak agar memiliki sifat jujur, percaya diri dan mandiri, mengutip siaran pers 10.10 Brands Festival Shopee, Senin (26/9/2022).

1. Biasakan Anak Bertanggung Jawab Pada Hal Kecil

Orangtua bisa memberikan tugas-tugas sederhana yang bisa dimulai dari kegiatan sehari-hari yang sering mereka lakukan. Seperti merapikan mainan setelah bermain, memilih pakaian yang ingin dipakai, maupun membersihkan kamar sendiri.

"Begitu kita mencontohkan mereka untuk merapikan mainan, makan harus di meja makan, dan lain sebagainya pasti mereka akan mengikuti dan lama-lama akan tercipta kebiasaan,"

"Kita sebagai orangtua juga harus memperlihatkan perilaku yang rapi dan bertanggung jawab, sehingga Si Kecil akan mempelajarinya," ujar Almiranti .

2. Beri Penghargaan dan Konsekuensi dengan Lembut

Dengan memberikan kasih sayang termasuk pujian atau penghargaan jika anak melakukan perbuatan yang baik, tentu dapat menanamkan memori yang indah pada anak.

Sesekali memberikan hadiah ketika mendapat nilai bagus di sekolah juga bisa menjadi salah satu momen spesial yang bisa menambah kedekatan dengan anak.

“Memberikan penghargaan tidak harus dilakukan setiap saat, kok. Bisa saat anak mendapatkan atau melakukan achievement yang besar, sehingga hal tersebut bisa jadi hal yang spesial. Kalau setiap saat diberikan reward takutnya nanti malah jadi kebiasaan yang tidak baik untuk Si Kecil,” tambah Fira.

3. Beri Kesempatan Coba Hal Baru

Biasakan Si Kecil untuk berani mencoba dan melakukan kegiatan sendiri yang bisa dimulai dari hal-hal kecil agar anak lebih percaya diri. Misalnya, sikat gigi dan memakai baju sendiri, mengambil mainan nya sendiri, hingga tidur sendiri.

Jika Si Kecil sudah dibiasakan untuk mandiri sejak kecil, ini pun akan membantu orangtua untuk bisa memiliki me-time maupun bepergian ke luar dengan lebih tenang.

“Sejak kecil, Ao sudah aku ajarkan untuk bisa tidur di kamar nya sendiri dengan pelan-pelan diberikan pengertian. Selalu aku berikan afirmasi bahwa ‘nak tidur sendiri ya, kan ini kamar milik kamu jadi kita tidur di kamar masing-masing ya’, akhirnya lama-lama dia jadi terbiasa,"

"Ao juga aku biasakan untuk bisa makan dan bermain sendiri, yang dimana sangat membantu aku saat sedang sibuk berkegiatan maupun lagi bekerja di rumah,” lanjut Fira.

4. Luangkan Waktu Bermain dan Belajar

Orangtua bisa semakin memahami anak dan mengetahui tahap perkembangannya. Agar aktivitas bermain dapat ikut membantu mengoptimalkan dan merangsang perkembangan sang buah hati.

Carilah kegiatan dan permainan yang dapat membantu anak belajar dan mengasah otaknya, seperti menyusun balok, flash card, role play dengan boneka, buku mewarnai, dan puzzle.

“Sensory play merupakan permainan yang sangat Ao sukai, dimana kita bisa seru bermain dan menghabiskan waktu bersama sekaligus mengajarkan motorik, kreatifitas, ingatan, dan fokusnya,"

"Mengajak anak membaca buku bersama juga bisa meningkatkan imajinasi nya, lho! Nah, selain itu jangan lupa juga untuk mengajak anak bermain di luar rumah, seperti ke taman atau tempat baru supaya ia bisa mendapatkan banyak pengalaman menyenangkan," tutup Fira. (Suara.com)


Kamis, 22 September 2022

6 Cara Menaklukkan Si Kecil Yang Susah Makan (Picky Eater)


Picky Eater atau keadaan anak yang suka pilih-pilih makan tentulah membuat kita jadi bingung

Apalagi saat mereka tidak mau makan sama sekali, padahal kita sudah susah payah memikirkan menu untuk mereka

Sama halnya dengan kita yang dewasa masih suka pilih-pilih makan, hal yang sama pun terjadi pada mereka.

Namun sebenarnya hal ini bisa kita atasi

Kawan Puan, anak memang biasanya picky eater mengingat kebiasaan mereka masih membiasakan diri mengonsumsi berbagai jenis makanan.

Bahkan, anak balita yang semula suka makan apa saja bisa menjadi picky eater saat berusia satu atau dua tahun.

Meskipun picky eating adalah fase yang wajar terjadi dan bisa jadi dilewati semua balita, tetapi sebagai orang tua kamu tak boleh mengabaikannya.

Sharon Mazel, pakar parenting membagikan berbagai cara yang bisa kamu coba jika si kecil mulai pilih-pilih makanan.

Dikutip dari PARAPUAN,berikut berbagai cara yang bisa kamu terapkan!

1. Jangan Menekannya

Ketika anak memilih-milih makanan, janganlah menekan anak dan memaksanya untuk makan sesuatu.

Hindari pula memberikan instruksi untuk memakan ini dan itu, bahkan jangan pula memujinya jika mengonsumsi menu tertentu.

Usahakan tidak berkomentar apa pun karena akan mengganggu waktu makan anak.

2. Santai Saat Makan

Kemudian, Kawan Puan juga perlu menghindari bersikap kaku dan santailah saat menemaninya makan.

Jika kamu tegang dan terlihat serius, anak akan merasakan emosi serupa dan tidak bisa santai menikmati waktu makannya.

Kalau seperti itu, dikhawatirkan anak balita malah semakin menolak untuk makan.

3. Sertakan Makanan yang Aman

Aman di sini berarti makanan yang kamu sertakan ke dalam menu adalah yang disukai dan jelas akan dimakan si kecil.

Dengan menyertakan makanan yang pasti akan dimakannya, kemungkinan besar ia akan memilih makanan yang lain juga meski awalnya tidak suka.

4. Hindari Memberi Makanan Manis

Apabila anak yang picky eater makan makanan yang tidak disukainya, hindari memberinya hadiah berupa makanan manis.

Makanan manis tidak baik jika dikonsumsi berlebihan oleh balita karena bisa mengakibatkan obesitas.

5. Jauhkan dari Distraksi

Apabila waktu makan tiba, jauhkan semua distraksi seperti mainan anak dari jangkauan si kecil.

Jika kamu makan bersama dengan anak, fokuslah pada interaksimu dengannya. Jangan ada gawai atau apapun.

6. Tawarkan Makanan Baru

Jangan menyerah. Tetaplah menawarkan makanan baru kepada anak meski ia menolaknya.
Bahkan pada makanan yang pernah ditolak sekali, tawarkan lagi. Siapa tahu ia mau menerimanya pada tawaran kedua.
Kawan Puan, itulah berbagai cara menghadapi anak yang picky eater atau pilih-pilih makanan.

Tertarik mencoba salah satu cara di atas pada si kecil? (TribunManado.id)